Berhati Malaikat, Ayah Korban Tabrak Lari Memaafkan Bos Cat Iwan Adranacus

Posted on 14 views

Kasus tabrak lari yang melibatkan seorang bos pabrik cat di Solo, sempat menyita perhatian beberapa waktu lalu.

Kini, pelaku, Iwan Adranacus, yang juga merupakan bos pabrik cat ternama di Solo itu menjalani persidangan.

Alih-alih diliputi suasana tegang, persidangan justru berujung haru lantaran Suharto, ayah Eko Prasetio yang merupakan korban kasus tabrakan itu justru memeluk pelaku di persidangan seraya mengatakan sebuah pesan.

Dikutip GridHot.ID dari Tribun Jateng, pelaku diketahui menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Selasa (6/11/2018).

Tampak Iwan Adranacus hadir dalam persidangan itu.

Mengenakan kemeja putih dengan rompi oranye bertuliskan tahanan, Iwan nyaris selalu menunduk selama persidangan.

Suasana hangat dan haru terjadi saat sidang akan dimulai.

Iwan Adranacus yang baru datang, dipeluk oleh ayah Eko Prasetio, Suharto.

Suharto mengatakan telah ikhlas memaafkan Iwan.

“Insyaallah saya lahir batin sudah ikhlas,” ucap Suharto sambil memeluk Iwan Adranacus.

Adapun sidang perdana ini beragenda pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum.

Dalam kasus ini, Iwan Adranacus diduga melakukan pembunuhan dengan cara menabrakkan mobilnya kepada Eko di Jalan KS Tubun, samping Mapolresta Solo, 22 Agustus 2018 lalu.

Pembunuhan itu berawal dari cekcok karena masalah lalu lintas, keduanya melakukan aksi saling kejar.

Hingga akhirnya Iwan menabrak Eko dari belakang, membuat Eko tewas seketika.

Bos cat tersebut disangkakan pasal 338 KUHP dan 351 ayat 3 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Sebelumnya, warga sempat mengejar Iwan yang mengemudikan mobil sedan jenis Mercedez Benz hitam, yang menabrak Eko pengendara motor Honda Beat hingga tewas.

Korban ditabrak di Jalan KS Tubun, Manahan, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (22/8/2018) siang.

Setelah menabrak korban, pengemudi mercy tancap gas ke arah utara.

Dilansir dari Kompas.com, warga yang melihat kejadian itu kemudian mengejar mercy yang melarikan diri.

Sekitar 300 meter dari lokasi kejadian mercy sudah menepi. Tiga orang pria berbadan besar berada di dekat mercy meminta warga dan ojek online yang mendekat untuk meninggalkan lokasi.

“Sudah.. sudah.. Bubar! Bubar!,” kata Adi, menirukan ucapan salah seorang pria berbadan besar kepada Kompas.com, Kamis (23/8/2018).

Mendengar bentakan dari salah seorang pria berbadan besar di dekat mercy, warga dan ojek online kemudian balik kanan meninggalkan lokasi.

Sementara pada saat mengejar pengemudi mercy, Adi berboncengan dengan seorang temannya bernama Herman.

Dirinya pun meninggalkan lokasi karena tidak mau ambil risiko.

“Setelah dibentak (pria berbadan besar) warga yang berada di lokasi dekat mercy perlahan pergi meninggalkan lokasi,” ucap dia.

Warga lainnya, Slamet Suharto mengungkapkan, setelah menabrak pengendara sepeda motor, bukannya berhenti pengemudi mercy tancap gas ke arah utara.

“Mobil itu tancap gas kencang warga yang melihat dan meneriaki pengemudi mobil supaya berhenti, tapi tidak dihiraukan,” ungkap Slamet.

Melihat mercy melarikan diri, warga mengejar hingga di Jalan Menteri Supeno Manahan tepat di utara Aspol Polresta Surakarta.

Mercy itu telah menepi di selatan jalan kawasan tersebut.

“Mobil sudah berhenti di sana. Tetapi warga malahan disuruh kembali karena orang-orangnya di mobil itu besar-besar semua. Ada tiga pria di dekat mobil mercy,” pungkasnya.(*)

Sumber : Grid.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *